13 Soal (Uraian) Pragmatik Beserta Jawaban
Contoh Soal (Esai) Tentang Pragmatik

1. Apa saja objek kajian pragmatik?
Jawaban:
Pragmatik memiliki kajian atau bidang telaah tertentu yaitu dieksis, praanggapan (presupposition), tindak tutur (speech acts), dan implikatur percakapan (conversational implicature) (Kaswanti Purwo, 1990:17).
2. Apa perbedaan antara semantik dan pragmatik?
Jawaban:
Dari definisi tersebut, jelas pragmatik menelaah makna dari satuan bahasa. ... Meskipun semantik dan pragmatik keduanya menelaah makna-makna satuan bahasa, tetapi semantik menelaah makna internal bahasa, sementara itu pragmatik mempelajari makna secara eksternal dalam pengertian mengungkap maksud penutur (speaker meaning).
3. Apa itu deiksis dan contohnya?
Jawaban:
Deiksis berasal dari kata Yunani kuno yang berarti “menunjukkan atau menunjuk”. ... Contohnya dalam kalimat “Saya mencintai dia”, informasi dari kata ganti “saya” dan “dia” hanya dapat di telusuri dari konteks ujaran. Ungkapan-ungkapan yang hanya diketahui hanya dari konteks ujaran itulah yang di sebut deiksis
4. Apa itu konteks dalam pragmatik?
Jawaban:
Konteks adalah bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mendukung atau menambah kejelasan makna situasi yang ada hubungannya dengan suatu kejadian. Sementara Purwo (2001:4) menjelaskan konteks adalah pijakan utama dalam analisis pragmatik.
5. Apa yang dimaksud dengan pragmatik menurut Levinson?
Jawaban:
Levinson (via Tarigan, 1986:33) berpendapat bahwa pragmatik adalah telaah mengenai relasi antara bahasa dan konteks yang merupakan dasar bagi suatu catatan atau laporan pemahaman bahasa.
6. Jelaskan konsep pragmatik dan berikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Jawaban:
Pragmatik adalah studi tentang bagaimana konteks, tujuan, dan konten berinteraksi untuk memahami makna dalam komunikasi. Contoh: Mengatakan "Bisakah kamu menutup jendela?" saat dingin menunjukkan tujuan untuk mendapatkan kenyamanan.
7. Apa perbedaan antara makna literal dan makna pragmatik dalam sebuah tuturan?
Jawaban:
Makna literal adalah makna langsung dari kata atau kalimat, sementara makna pragmatik adalah makna yang tergantung pada konteks dan tujuan pengucapan.
8. Bagaimana implikatur percakapan berbeda dari makna literal?
Jawaban:
Implikatur percakapan adalah makna yang disiratkan, tetapi tidak diucapkan secara eksplisit. Ini bisa terjadi melalui asumsi, prinsip kooperatif, atau konteks.
9. Jelaskan konsep "prinsip kooperatif" dalam teori pragmatik.
Jawaban:
Prinsip kooperatif adalah asumsi bahwa dalam percakapan, para pembicara cenderung berkontribusi dengan cara yang mendukung tujuan bersama, kejelasan, dan relevansi.
10. Apa yang dimaksud dengan tindakan bahasa dan berikan contoh?
Jawaban:
Tindakan bahasa adalah tindakan yang dilakukan dengan mengucapkan sesuatu, seperti meminta, menjanjikan, atau menyatakan. Contoh: "Tolong tutup pintu" adalah tindakan meminta.
11. Bagaimana hubungan antara konteks sosial dan pemahaman makna dalam pragmatik?
Jawaban:
Konteks sosial, seperti latar belakang budaya dan situasi, dapat mempengaruhi cara kita memahami makna dalam komunikasi.
12. Apa peran konteks dalam menentukan makna sebuah kalimat?
Jawaban:
Konteks memberikan petunjuk penting yang membantu dalam menafsirkan makna sebuah kalimat, termasuk aspek-aspek seperti latar belakang pembicara, situasi, dan pengetahuan bersama.
13. Mengapa memahami maksud ilokusi penting dalam pragmatik?
Jawaban:
Maksud ilokusi menunjukkan tujuan yang ingin dicapai oleh pembicara dalam menyampaikan ucapan tertentu, sehingga memahaminya membantu dalam menginterpretasikan pesan dengan benar.